Minggu, 16 Desember 2012

Rukun Ibadah Haji


Tentang Rukun Ibadah Haji

Rahasia Rukun Ibadah HajiCalon haji harus tahu tentang apa saja yang menjadi rukun ibadah haji. Lebih jauh dari itu,  juga perlu tahu tentang apa maksud di balik ritual yang akan anda kerjakan itu. Kalau dipahami dengan baik, insya_allah dapat mengantar kita menjadi haji mabrur.

Yang termasuk rukun ibadah haji ada 6, yaitu:
1. Niat ihram mengerjakan haji
2. Wukuf di Arafah pada 9 Dzulhijjah
3. Thawaf mengelilingi ka’bah
4. Sa’ie di antara bukit Safa dan Marwah
5. Bercukur
6. Tertib

Ulasan Tentang Ritual Rukun Ibadah Haji
Ihram berarti ingat mati
Ihram dalam ibadah haji, identik dengan takbiratul ihram pada ibadah shalat. Keduanya adalah batas mulai ibadah. Ihram berarti pengharaman. Maksudnya, orang yang sudah berihram sudah mulai memasuki zona larangan yang telah ditetapkan selama ihram dalam haji. Karena itu, pengetahuan tentang larangan haji harus anda ketahui!

Ahlak Yang Baik

Berkata Imam Ghazali dalam Ihya’: “Orang yang paling utama ujian atas kebaikan akhlaknya ialah: Sabar atas kesakitan dan tahan atas kekasaran orang. Siapa yang mengadu dari buruk akhlak orang lain nescaya yang demikian menunjukkan kepada buruk akhlaknya.” Keterangan: Bersabda Rasulullah: “Orang yang paling baik di kalangan kamu ialah orang yang baik akhlaknya.” Di sini Imam Ghazali memberi panduan, baik atau tidak seseorang itu, maka 3 perkara boleh dilihat pada lahirnya: 1. Sabar atas sakit yang menimpa dirinya. 2. Tahan atas kekasaran orang 3. Tidak mencerita-ceritakan keburukan orang Orang yang sakit itu dia bersabar atas sakitnya kerana dia sudah dapat merasakan yang sakit itu adalah kifarah (tebusan) daripada Tuhan atas dosa-dosa yang dilakukannya. Sesungguhnya sakit itu adalah penghapusan dosa, dengan syarat bersabar atas sakit itu. Rasulullah bersabda: “Hairan aku pada orang mukmin, semuanya baik pada mereka. Bila ditimpa ujian, dia bersabar, dan itu baik. Bila diberi kesenangan, dia bersyukur, dan itu baik.” Dan salah satu adab bagi orang sakit itu bila dikunjungi ialah dia tidak mengadu-adu kesakitannya pada tetamu yang menziarahinya. Sunat pula pada yang menziarah itu mendoakan kesihatan pesakit dan menasihatinya agar bersabar. Diceritakan Rabiatul Adawiyah jatuh sakit dan dikunjungi oleh 4 orang yang semuanya itu wali-wali Allah. Dikhabarkan salah seorang dari mereka itu ialah Hasan Basri. Berkata seorang wali itu menasihati Rabiah, “hendaklah kamu bersabar atas sakitmu”. dijawab oleh Rabiah, “ada yang lebih tinggi daripada sabar”. Berkata seorang wali lagi,

Sejarah Wali Songo



"Walisongo" berarti sembilan orang wali. Mereka adalah Maulana Malik Ibrahim, Sunan Ampel, Sunan Giri, Sunan Bonang, Sunan Dradjad, Sunan Kalijaga, Sunan Kudus, Sunan Muria, serta Sunan Gunung Jati. Mereka tidak hidup pada saat yang persis bersamaan. Namun satu sama lain mempunyai keterkaitan erat, bila tidak dalam ikatan darah juga dalam hubungan guru-murid.
Maulana Malik Ibrahim adalah yang tertua. Sunan Ampel adalah anak Maulana Malik Ibrahim. Sunan Giri adalah keponakan Maulana Malik Ibrahim yang berarti juga sepupu Sunan Ampel. Sunan Bonang dan Sunan Drajad adalah anak Sunan Ampel. Sunan Kalijaga merupakan sahabat sekaligus murid Sunan Bonang. Sunan Muria anak Sunan Kalijaga. Sunan Kudus murid Sunan Kalijaga. Sunan Gunung Jati adalah sahabat para Sunan lain, kecuali Maulana Malik Ibrahim yang lebih dahulu meninggal.

Keutamaan Menuntut Ilmu Agama


Dari Mu’awiyah bin Abi Sufyan radhiallahu ‘anhu dia berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

من يرد الله به خيرا يفقهه في الدين

“Barangsiapa yang Allah kehendaki baginya kebaikan maka Dia akan memahamkan baginya agama (Islam).” [1]


Hadits yang mulia ini menunjukkan agungnya kedudukan ilmu agama dan keutamaan yang besar bagi orang yang mempelajarinya, sehingga Imam an-Nawawi dalam kitabnya Riyadhush Shalihin [2], pada pembahasan “Keutamaan Ilmu” mencantumkan hadits ini sebagai hadits yang pertama.

Shalat Hajat


assalamualaikum.wr.wb.
langsung saja.
saya mau nanya mengenai hadits yang memerintahkan shalat sunnah apabila mempunyai hajat atau kalau ingin terhindar dari bahaya.
dulu saya pernah mengaji hal itu tapi sekarang saya lupa lafadh dan kitabnya.
jadi saya mohon kepada admin atau siapa saja yg mengetahui hadits itu tolong di share dengan lengkap arab dan kitabnya.
atas perhatiannya jazakumullah


Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

Tentang shalat hajat, berikut ini adalah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Turmudzi :

مَنْ كَانَتْ لَهُ إِلَى اللَّهِ حَاجَةٌ، أَوْ إِلَى أَحَدٍ مِنْ بَنِي آدَمَ فَلْيَتَوَضَّأْ وَلْيُحْسِنِ الْوُضُوءَ، ثُمَّ لِيُصَلِّ رَكْعَتَيْنِ، ثُمَّ لِيُثْنِ عَلَى اللَّهِ، وَلْيُصَلِّ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، ثُمَّ لِيَقُلْ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ الحَلِيمُ الكَرِيمُ، سُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ العَرْشِ العَظِيمِ، الحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِينَ، أَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَالغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ، وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، لَا تَدَعْ لِي ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ، وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ، وَلَا حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضًا إِلَّا قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ

Tahapan-tahapan Dalam Ilmu Agama Islam


1. Al Qur’anul Karim
Pentingnya bagi penuntut ilmu agar mengkhususkan target tertentu untuk menghafal Al Qur’an setiap hari. Target tersebut hendaknya bisa satu halaman atau setengah halaman atau minimal sepuluh ayat. Sebaiknya menghafalnya satu halaman atau setengah halaman atau minimal sepuluh ayat. Sebaiknya menghafalnya di hadapan seorang ustadz/guru yang menguasai bacaan Al Qur’an. Jika tidak memungkinkan, maka ia bisa dibantu temannya yang memiliki kesungguhan, karena hal ini akan meningkatkan semangat dan memperkuat keinginan untuk menghafal Al-Qur’an. Hendaknya ia sering mengulang-ulang apa yang telah ia hafal secara terus menerus. Hendaknya ia mengulang hafalannya ketika sholat sunnah dan sholat malam. Dengan demikian akan memperkuat hafalannya.
2. Ilmu Tafsir
Sebaiknya para penuntut ilmu untuk membaca setiap harinya tafsir ayat yang akan dia hafal pada hari itu. Dengan mengetahui makna ayat maka bisa membantu dalam menghafalnya. Kemudian setelah hafal ayat tersebut, dia kembali membaca tafsirnya untuk memperkuat ingatannya. Bacalah dengan memulai membaca salah satu kitab tafsir ini, yaitu :
“Tafsir Al Baghowi”, karya Imam Al Baghowi -rahimahullah- Beliau salah satu Imam Ahlus Sunnah yang mulia, atau kitab “
Zubdatut Tafsir” Karya Syaikh DR Muhammad bin Sulaiman Al Asyqor
–hafidhahulloh-, setelah itu berpindah ke tafsir ” Taisir Karimirrahman ” karya Syaikh As’ Sa’di -rahimahullah-, kemudian tafsir “Fathul Qodir” karya Imam Asy Syaukani -rahimahullah-. Setelah itu tafsir “Ibnu Katsir” karya Al Imam Al Hafizh Ibnu Katsir -rahimahullah-. Baru kemudian pindah ke tafsir yang besar seperti tafsir Ibnu Jarir Ath Thabari karya Imam Ath thobari -rahimahullah- atau tafsir Al Qourthuby karya Imam Al Qurthuby -rahimahullah- atau tafsir besar lainnya.